Acara Workshop Pencegahan dan Pengendalian Antraks Terpadu Lintas Sektor dengan pendekatan One Health di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta diselenggarakan di Hotel Harper Malioboro pada hari Selasa - Jumat, 20 - 23 Februari 2024 yang dihadiri oleh tim kerja Zoonosis dari Direktorat P2PM Kemenkes RI, tim kerja Surveilans dan Laboratorium Surveilans dari Direktorat SKK Kemenkes RI, tim kerja Takelkesmas dari Direktorat Kesmas Kemenkes RI, dan Direktorat Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan RI; Dinas Kesehatan dan dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di D.I.Yogyakarta, Kabupaten (DKK) Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul dan Kota Yogyakarta; Dinas Kesehatan dan dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di Provinsi Jawa Tengah, DKK Wonogiri, Wonosobo dan Boyolali; serta Dinas Kesehatan dan dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di Provinsi Jawa Timur, DKK Pacitan, Bondowoso dan Blitar; BBVeteriner Wates, Laboratorium Prof Oemiyati, BRIN, BBLabkesmas Surabaya, Balai Labkesmas Makasar dan BBLabkesmas Yogyakarta yang diwakili oleh Epidemiolog Kesehatan Madya dr. Dwi Amalia, M.P.H. dan Epidemiolog Kesehatan Muda Heni Amikawati, S.K.M.
Acara dibuka secara daring oleh Ketua Timja Zoonosis, dr. Yullita Evarini Yuzwar, yang mewakili Direktur P2PM menyampaikan bahwa Workshop Pencegahan dan Pengendalian Antraks Terpadu Lintas Sektor dengan pendekatan One Health untuk meningkatkan kapasitas petugas dalam pelaksanaan surveilans, investigasi dan pengujian laboratorium agar mempercepat dalam deteksi dini dan tatalaksana kasus. Harapannya peserta dapat memetik manfaat berupa peningkatan kemampuan dalam melakukan diagnosa dan tatalaksana kasus pada fasyankes, mengetahui situasi dan perkembangan kasus antraks di wilayah kerja masing-masing dan meningkatkan upaya penanggulangan antraks hingga ada penurunan kasus antraks.
Materi yang disampaikan dari hari pertama sampai hari keempat antara lain: 1) Kebijakan dan Situasi Antraks di Indonesia oleh dr. Yullita Evarini Yuzwar katimja Zoonosis Direktorat P2PM Kemenkes, 2) Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Antraks di Indonesia oleh drh Arif Hukmi dari ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, 3) Update Management Antraks oleh Dr. dr. Dani Redono, Sp.PD, KPTI dari RS dr. Moewardi Surakarta, 4) Overview of Anthrax in Humans and Animals oleh Julie Thompson, D.V.M., Ph.D., M.P.H. dari CDC, 5) Overview of Surveillance and Reporting of Anthrax oleh Julie Thompson, D.V.M., Ph.D., M.P.H., 6) Antraks: Kasus Kejadian pada Hewan, Permasalahan dan Strategi Surveilans oleh drh. Hendra Wibawa, M.Si., Ph.D. dari BBVet Wates, 7) Investigasi Wabah/KLB Antraks oleh Dr. drg. Th. Baning Rahayujati, M.Kes., 8) Overview of Anthrax outbreak investigation oleh Julie Thompson, D.V.M., Ph.D., M.P.H., 9) Public Health Communication & Anthrax Education Materials oleh Julie Thompson, D.V.M., Ph.D., M.P.H., 10) Pemeriksaan Antraks di BBLabkesmas Yogyakarta oleh dr. Dwi Amalia, M.P.H., 11) Sample Collection from Animal dan Human oleh Julie Thompson, D.V.M., Ph.D., M.P.H., 12) Sample Storage and Transportation oleh Susanna Sabin, Ph.D., M.Sc. dari CDC, 13) Overview of Anthrax Specimen Handling and Diagnostic Testing oleh Susanna Sabin, Ph.D., M.Sc., 14) Pencatatan dan Pelaporan Antraks Berbasis Elektronik oleh Hendri K. dari DHIS Universitas Gadjah Mada.
Setelah paparan, diskusi dan praktek pengambilan spesimen pada manusia, acara ditutup oleh drh. Hendra Wibawa, M.Si., Ph.D., Kepala BBVet Wates, dengan ucapan terimakasih untuk ilmu yang telah disampaikan narasumber. Bidang kesehatan manusia, kesehatan hewan dan kesehatan lingkungan harus berkolaborasi dalam pengendalian antraks dan wilayah perbatasan yang bermasalah dengan antraks memerlukan keputusan strategis berbasis teknis dalam bersama-sama menanggulangi antraks.